photo 44dca132-22a1-4075-a606-ef48a199a5b1_zps49a1316a.jpg
  • القرآن الكريم
  • الحديث
  • Search Ebook
  • Search Ebook
  • Software Download
  • For Android
  • App BlackBerry
  • اللّهمّ صلّ على سيّدنآ محمّد النّبىََّ الاُمي وَعلى آلْْْه وصحبه و سلّم المدرسة المو توسة الاِسلميه الأنصار سكرامى فكفك بهرات

    Rabu, 17 April 2013

    Membangun Kepercayaan Diri Siswa-Siswi MTs Sukaramai


    MTs Sukaramai menyelenggarakan kegitan dengan Pesada yang diwakili seorang pembicara sdri Dewi Aceh, E Sipayung sebagai pendampingan serta Guru MTs Juliyati Tinendung . Adapun Tujuan nya adalah memberikan  Pengembangan Diri Siswa MTs Sukaramai bagaimana sebaiknya ia tahu cara membawakan pidato atau presentasinya. Apalah artinya kata-kata yang hebat apabila tidak disertai keyakinan pada saat menyampaikannya. Dalam Kegiatan diselenggarakan Rabu 17 April 2013 di ruang VII seluruh siswa siswi diikut sertakan.   Pengembangan Ini bertujuan agar siswa dapat mengembangkan sikap agar lebih percaya diri di usia masa remaja mereka nantinya . Ada tiga hal yang penting dalam upaya Mts Sukaramai menyelenggarakan kegiatan tersebut agar tercapai adalah :

    1.    Mengembangkan sikap matang, yang terdiri atas tiga hal:

    • Kecerdasan emosional, yaitu kemampuan untuk mengendalikan emosi dan rasa takut yang muncul dalam dirinya, dan menjadikan emosi itu sebagai pemacu untuk bertindak sesuai tujuan yang ingin dicapai.
    • Tampilkan kematangan usia, sehingga Siswa dapat menyampaikan gagasan dan perasaannya secara dewasa, asertif, dan profesional. Artinya, Siswa tidak berbicara seperti remaja, menggunakan gaya bahasa remaja (kecuali saat berbicara di forum remaja), atau berpikir dangkal seperti remaja yang belum mampu berpikir kritis.
    • Membangun gambaran yang positif terhadap diri sendiri. Penilaian orang lain terhadap diri kita (impression) sering mempengaruhi penilaian kita tentang diri sendiri (self-image). Penilaian yang buruk membuat kita jadi rendah diri. Bagi orang yang memiliki penghargaan diri (self-esteem) yang rendah, penilaian orang lain terhadap dirinya membuat ia menjadi terpuruk. Inilah mengapa kita cemas atau takut tidak tampil bagus, takut ditertawakan, takut salah, dan seterusnya.
    2. Kendalikan penghambat kepercayaan diri Siswa,
    • Cara berpikir negatif terhadap diri sendiri, seperti perasaan tidak siap tampil di depan umum, tidak menguasai topik, takut dikritik, takut presentasinya akan mengecewakan, tidak tahu apa yang harus disampaikan, dan lain-lain. Jelas bukan hadirin yang membuat Siswa tidak percaya diri, melainkan pikiran negatif Siswa sendiri.
    • Nyatakan perasaan atau pikiran Siswa dengan lebih spesifik, apakah sedih, takut, kecewa, kesepian, dan sebagainya; bukannya "saya merasa kacau". Ketika mengekspresikan perasaan marah, jelaskan dulu perilaku spesifik yang tidak Siswa sukai, lalu perasaan Siswa sendiri. Atau bila ada perasaan ganda mengenai sesuatu, sampaikan dengan jelas. 
    • Cara Siswa menempatkan diri yang terlalu rendah atau terlalu tinggi di hadapan orang lain. Pembicara yang memandang dirinya lebih dari orang lain tidak dapat menciptakan atmosfer yang positif dalam suatu presentasi. Ia berbicara terus-menerus, mendominasi percakapan, dan tidak memberikan kesempatan pada hadirin untuk mengungkapkan gagasan, sehingga komunikasi berlangsung satu arah. Sebaiknya, pembicara yang merasa dirinya lebih rendah daripada hadirin cenderung tidak tegas ketika menyampaikan suatu pesan yang harus diwujudkan dalam tindakan. Ia membiarkan hadirin mendebat argumentasinya tanpa hasrat kuat untuk mempertahankannya. Ketika hadirin asyik berbicara sendiri, ia tidak berani memperingatkannya.

    3. Atasi rasa takut Siswa. Siswa bisa membiarkan rasa takut menguasai pikiran, atau justru menggunakannya untuk membuat latihan berbicara yang maksimal.
    • Atur nafas sampai merasa tenang.
    • Buat jeda beberapa saat sebelum memulai pidato
    • Yakini bahwa tanda-tanda kecemasan fisik itu tak terlihat.
    • Jangan biarkan hadiri mengetahui kegugupan Anda, apalagi  meminta maaf untuknya.
    • Buatlah persiapan matang sebelum tampil.
    • Terimalah ketidaksempurnaan.
    • Jangan terbebani oleh penampilan, fokuslah pada komunikasi.
    • Jangan membebani pikiran dengan berusaha menghafal isi pidato.
    • Gunakan alat-alat bantu untuk mengalihkan kecemasan.
    • Bayangkan diri Anda tengah memberikan pidato yang bagus dan kuat.
    Demikianlah Upaya dan Usaha MTs Sukaramai melakukan yang terbaik bagi siswa-siswi agar mereka lebih baik  dari segi psikologi mereka dalam menjalani pendidikan di tingkat MTs. Semoga upaya yang sedikit ini dilakukan disela-sela kegitan belajar mereka, membuat mereka lebih bersemangat menimba ilmu dan mudah untuk mereka pahami dan kuasi sejak dini. Baik itu Ilmu-ilmu Umum utamanya ilmu agama.

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar