photo 44dca132-22a1-4075-a606-ef48a199a5b1_zps49a1316a.jpg
  • القرآن الكريم
  • الحديث
  • Search Ebook
  • Search Ebook
  • Software Download
  • For Android
  • App BlackBerry
  • اللّهمّ صلّ على سيّدنآ محمّد النّبىََّ الاُمي وَعلى آلْْْه وصحبه و سلّم المدرسة المو توسة الاِسلميه الأنصار سكرامى فكفك بهرات

    Minggu, 11 September 2011

    STRUKTUR TINGKATAN PROTEIN


            PENDAHULUAN
    1.1Latar Belakang

           Semua protein pada semua species mulai dari bakteri sampai manusia disusun dari 20 asam amino yang sama dan tidak berubah selama evolusi.Keanekaragaman fungsi yang diperantarai oleh protein dimungkinkan oleh keanekaragaman susunan yang mungkin dapat dari  20 jenis asam amino ini sebagai unsur pembangun.
            Pada protein terdapat 4 tingkat struktur yang berbeda yaitu:struktur primer,struktur sekunder,struktur tersier,dan struktur kuartener.Terdapat faktor yana saling menguatkan dan menstabilkan struktur sekunder,tersier dan struktur kuartener ini.sifat umum protein mencakup hambatan pada konformasi atau susunan spasial nya oleh ikatan kovalen dan non kovalen.

    1.2Tujuan Penulisan

             Karya Tulis ini Saya perbuat untuk menyelesaikan tugas biologi serta para pembaca semakin mengetahui fungsi dari protein,jenis protein,serta struktur protein tersebut.Pembaca dapat membandingkan perbedaan dari ke-4 struktur protein tersebut.

    BAB II STRUKTUR TINGKATAN PROTEIN
    2.1 JENIS-JENIS STRUKTUR PROTEIN
    a)STRUKTUR PRIMER
    b)STRUKTUR SEKUNDER
    c)STRUKTUR TERSIER
    d)STRUKTUR KUARTENER
    2

    2.2 PENJELASAN SERTA GAMBAR DARI STRUKTUR TINGKATAN PROTEIN
    Protein merupakan polimer yang linear dan tidak bercabang. Tersusun dari asam amino sebagai monomeriknya ditambah polimer atau polipeptidanya. Memiliki panjang tidak lebih 2000 unit. Terdapat 20 macam asam amino saling berikatan menyusun ikatan peptida yang beraneka ragam membentuk kode perintah dalam pembentukan protein.
    Secara hirarki, para ahli mengklasifikasikan 4 tingkatan struktur, yaitu:
    1. Struktur Primer
    Protein yang dibentuk dengan asama amino tergabung dalam ikatan polipeptida.  Setiap asam amino terhubung dengan asam amino lainnya dalam ikatan peptida yang terbentuk karena adanya  reaksi kondensasi gugus karboksil pada setiap masing-masing asam amino.





    Gambar 1.1 Struktur Asam amino primer
       3

    Gambar 1.2 Struktur protein primer

    Pada ujung dari rangkaian polipeptida yang terbentuk mempunyai sifat kimia yang berbeda: satu ujung mempunyai gugus amino bebas (N atau amino, NH2-) disisi satunya, sedangkan mempunyai gugus karboksil bebas (ujung C atau karboksil, COOH-) pada ujung satunya. Oleh karena itu, arah polipeptida dan dituliskan baik N→C (kiri ke kanan) maupun C →N (kanan ke kiri).


    2.  Struktur Sekunder
    Pada struktur sekunder, rangkaian polipeptida memiliki konformasi yang berbeda. Bersifat reguler dan memiliki pola lipatan berulang dari rangka protein. Dua tipe umum struktur protein sekunder yaitu α-heliks dan β-sheet. Keduanya terbentuk karena ikatan hidrogen yang terjadi antara asam amino yang berbeda pada polipeptida.








    5
    Gambar 2.1
    Alpha helix dan beta sheet sebagai struktur sekunder protein

    3.    Struktur Tersier
    Struktur polipeptida yang terjadi dari lipatan komponen struktur sekunder polipeptida yang membentuk konfigurasi tiga dimensi. Bermacam-macam gaya ikatan hidrogen antar asam amino yang terjadi pada rangkaian polipeptida inilah maka disebur struktur tersier. Disertai gaya hidrofobik rangkaian ini menempatkannya (asam amino gugus non-polar) dibagian dalam protein dengan tujuan melindunginya dari air. Selain ikatan hidrogen, terdapat juga ikatan kovalen yang disebut juga sebagai jembatan disulfide antara asam amino sistein di berbagai macam posisi pada rangkaian polipeptida.



    6
    Gambar 3.1 Struktur Protein Tertsier









    7






    8

    Gambar 3.2
    Struktur tersier dari protein enzim triosa fosfat isomerase (TPI)
    4.    Struktur Kuartener
    Asosiasi yang terjadi antara dua atau lebih rangkaian polipeptida, dimana masing-masing terlipat menjadi struktur tersier, menjadi protein multisubunit. Tidak semua protein membentuk struktur kuaternair. Antara rangkian polipeptida yang berbeda struktur protein terikat dengan jembatan disulfide. Sedangkan pada protein yang terdiri dari asosiasi subunit yang lebih lemah akan dihubungkan dengan ikatan hidrogen dan efek hidrofobik. Protein ini dapat kembali pada komponen polipeptidanya, atau berubah komposisi subunitnya tergantung pada kebutuhan fungsinya. Singkatnya, struktur kuartener menggambarkan subunit-subunit yang berbeda dipak bersama-sama membentuk struktur protein.
    Sebagai contoh adalah molekul hemoglobin manusia yang tersusun atas 4 subunit, yang dipaparkan pada Gambar.

    9











    10

                                                                      

                                                                   
                                                                             
    11

            BAB III PENUTUP
    3.1 Simpulan
                 Berbagai protein yang berbeda dapat dibentuk berdasarkan 20 jenis asam amino yang umum,karena asam amino dapat berikatan dalam kombinasi yang berbeda.Perbedaan dalam urutan asam amino di sepanjang rantai polipeptida menyebabkan pembentukan struktur 3 dimensi yang berbeda.
                 Sifat-sifat struktural protein dianggap berada dalam 4 buah susunan primer,sekunder,tersier,dan (hanya untuk protein oligomerik)kuartener.Struktur primer,rangkaian asam amino dikode dalam gen.Struktur sekunder dan tersier berkenaan dengan konformasi protein yang keberadaannya dimungkinkan lewat ikatan peptida,ditentukan oleh struktur primer.Struktur sekunder menjelaskan pelipatan peptida menjadi multiplikasi motif terikat hydrogen seperti struktur α heliks,β sheet. Struktur tersier berkenaan dengan hubungan antar domain structural sekunder antar residu yang letak nya terpisah jauh dalam pengertian struktur primer.struktur kuartener yang hanya terdapat dalam protein dengan 2 atau 3 rantai polipeptida (protein oligomerik) menjelaskan titik kontak dan hubungan lainnya antara polipeptida atau sub unit ini.


      















    12






        
    DAFTAR ISI
    HALAMAN JUDUL
    KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………………………………... ii
    DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………………………………….. iii
    BAB I PENDAHULUAN
    1.1   Latar Belakang……………………………………………………………………………………………………..... 1
    1.2   Tujuan Penulisan……………………………………………………………………………………………………….1
    Bab II Struktur Tingkatan Protein
           2.1 Jenis-Jenis Struktur Protein………………………………………………………………………………………..2
           2.2 Penjelasan Serta Gambar dari Struktur Tingkatan Protein…………………………………………..3
    BAB III PENUTUP
    3,1 Simpulan…………………………………………………………………………………………………………………………….12
    DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………………………………………………..13
         



    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar