photo 44dca132-22a1-4075-a606-ef48a199a5b1_zps49a1316a.jpg
  • القرآن الكريم
  • الحديث
  • Search Ebook
  • Search Ebook
  • Software Download
  • For Android
  • App BlackBerry
  • اللّهمّ صلّ على سيّدنآ محمّد النّبىََّ الاُمي وَعلى آلْْْه وصحبه و سلّم المدرسة المو توسة الاِسلميه الأنصار سكرامى فكفك بهرات

    Minggu, 07 Agustus 2011

    LUMUT




    Tumbuhan merupakan salah satu keanekaragaman hayati yang banyak dimanfaatkan manusia. Hewan pun bergantung pada tumbuhan sebagai sumber energi. Makhluk hidup seperti apakah tumbuhan itu ?
    Dunia tumbuhan atau kingdom Plantae beranggotakan semua organisme eukariot multiseluler fotosintetik yang memiliki klorofil a dan b, dan embrionya dilindungi oleh jaringan parental.
    Dunia tumbuhan dikelompokkan menjadi tumbuhan tidak berpembuluh atau non-Tracheophyta dan tumbuhan berpembuluh atau Tracheophyta (Yunani, trakhoia = saluran kecil, phyton = tumbuhan). Tumbuhan non-Tracheophyta adalah kelompok lumut, sedangkan kelompok Tracheophyta adalah tumbuhan paku-pakuan dan tumbuhan berbiji.
    A. Tumbuhan lumut (Bryophyta)
    Coba kamu perhatikan dinding,genteng,tanah,atau batu di tempat yang teduh dan lembab. Jika kamu menemukan ada hamparan seperti beludru berwarna hijau, itulah tumbuhan lumut (Gambar.8.1). Bila diamati dengan cermat, tubuh lumut tidak memiliki bentuk seperti tumbuhan pada umumnya. Yaitu berakar,berbatang, dan berdaun. Lumut (bryophyta) merupakan tumbuhan darat yang tubuhnya tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun. Selain itu tubuh lumut juga tidak memiliki pembuluh pengangkut. Namun, lumut memiliki klorofil sehingga digolongkan dalam kingdom Plantae. Sebagai lumut ada yang tubuhnya masih berupa talus (lembaran) dan ada yang sudah memiliki bagian tubuh mirip dengan akar, batang, dna daun. Lumut memiliki struktur yang lebih kompleks dari tumbuhan bertalus (Thallophyta), tapi lebih sederhana dibandingkan tumbuhan berkormus (Cormnophyta) yang memiliki akar,batang, dan daun.
    Ciri Tubuh
    Ciri tubuh lumut meliputi ukuran,bentuk,struktur,dan fungsi tubuh.



    Ukuran dan Bentuk

    Lumut berukuran makroskopik dengan tinggi rata-rata 1-2cm. Lumut tertinggi berukuran sekitar 40cm. Dalam siklus hidupnya, lumut mengalami pergantian generasi, yaitu gametotif dan sporofit. Bentuk lumut yang sering kita liat sebenarnya adalah generasi gametotif. Gametotif adalah generasi yang menghasilkan sel kelamin (gamet).
    Gametotif ada yang berbentuk lembaran (Gambar 8.2a),juga ada yang berbentuk tumbuhan kecil yang memiliki bagian menyerupai batang dan daun serta bagian akar berupa benang (rizoid).Lihat gambar 8.2b)


    Sporofit menumpang pada tubuh gametotif. Sporofit adalah lumut yang menghasilkan spora. Bentuk sporofit ada yang seperti terompet memanjang atau seperti kapsul bertangkai panjang.
    Struktur dan Fungsi

    Tubuh lumut terdiri dari sel – sel yang memiliki kloroplas. Kloroplas mengandung pigmen klorofil untuk fotosintesis. Pada lumut berbentuk talus,sel-sel yang mengandung klorofil terutama berada pada jaringan diatas. Sebaliknya, pada lumut yang berbentuk tumbuhan kecil, seluruh sel pada batang dan daunnya yang tidak sejati mengandung klorofil.
    Lumut tidak memiliki jaringan pengangkut air dan mineral sehingga disebut juga sebagai tumbuhan tak berpembuluh. Air dan mineral diperoleh dengan cara difusi oleh setiap bagian tubuh lumut.
    Tubuh lumut gametotif terdiri dari sel-sel dengan kromosom yang tidak berpasangan (haploid = n). Gametotit memiliki alat perkembangbiakan multiseluler yang disebut gametangia (tunggal: gametangium). Gametangia tersusun atas gametangium jantan dan gametangium betina. Gametangium jantan disebut anteridium (jamak: anteridia) sedangkan gametangium betina disebut arkegonium (jamak: arkegonia). Anteridium menghasilkan banyak gamet jantan berflagelum (spermatozoid), sedangkan arkegonnium menghasilkan satu gamet betina (ovum = sel telur) yang tidak berflagelum dan berukuran lebih besar daripada spermatozoid (Gambar 8.3a dan b). Gamet dihasilkan dari proses meiosis (pembelahan reduksi), yaitu pembelahan dua kali pada satu inti gamet menjadi empat inti gamet. Masing – masing gamet mengandung kromosom yang tidak berpasangan (haploid = n).
    Anteridium dan arkegonium dapat terletak bersama pada satu individu gametofit atau terpisah pada dua individu gametofit yang berbeda. Jika anteridium dan arkegonium terdapat pada satu gametofit, disebut lumut berumah satu (monoseus). Sebaliknya, jika anteridium dan arkegonium terpisah pada dua gametofit disebut lumut berumah dua (dioseus). Gametofit yang hanya memiliki anteridium disebut gametofit jantan, dan gametofit yang hanya memiliki arkegonium disebut gametofit betina.
    Pada tubuh lumut gametofit terdapat sporofit (sporogonium) yang terdiri dari sel-sel dengan kromosom yang berpasangan (diploid=2n). Sporofit selalu menumpang pada tubuh gametofit untuk memperoleh air dan mineral. Sporofit ada uniseluler dan ada yang multiseluler.
    Sporofit yang multiseluler berukuran lebih kecl daripada gametofitnya. Sporofit multiseluler pada sebagian besar lumut memiliki tempat pembentukan spora yang disebut kotak spora (sporangium). Kotak spora menghasilkan spora-spora dengan bentuk dan ukuran yang sama. Lihat Gambar 8.3c.

    Oleh karena itu, tumbuhan lumut dikatakan bersifat homospora atai isospora (spora digunakan untuk reproduksi aseksual.

    Cara Hidup dan Habitat
    Lumut adalah organisme fotoautotrof yang dapat mensintesis makanannya sendiri. Air dan mineral yang dibutuhkan untuk fotosintesis diperoleh dengan cara difusi oleh sel – sel tubuhnya. Cara penyerapan dengan difusi menyebabkan lumut cocok pada habitat yang lembab dan teduh, misalnya tanah, bebatuan, dan pohon. Hanya generasi gametofit yang melakukan proses difusi.

    Repoduksi
    Lumut berkembang baik secara aseksual dan seksual (Gambar 8.4).



    Reproduksi aseksual dilakukan dengan spora dihasilkan melalui
    Pembelahan yang terjadi dalam sporangium lumut sporofit (sporogonium). Spora yang dihasilkan sporofit adalah spora haploid. Spora tersebut tumbuh menjadi protonema, kemudian berkembang menjadi gametofit haploid (n).
    Reproduksi seksual lumut terjadi dengan adanya penyatuan gamet jantan (spermatozoid) dan gamet betina (ovum). Spermatozoid bergerak dengan perantara air menuju ovum pada arkegonium. Spormatozoid kemudian bertemu dan membuahi ovum (fertilisasi). Pembuahan menghasilkan zigot yang diploid. Zigot membelah menjadi embrio yang kemudian tumbuh menjadi sporofit yang diploid (2n).
    Metagenesis Lumut
    Spora (n)

    Klasifikasi
    Jenis lumut yang sudah diidentifikasi berjumlah sekitar 16.000 spesies. Pengelompokan berbagai spesies lumut menghasilkan tiga kelas, yaitu lumut hati (Hepatophyta), lumut tanduk (Anthocerophyta), dan lumut daun (Bryophyta).

    Lumut Hati (Hepatophyta)


    Lumut hati diperkirakan mencapi 6.500 spesies yang mencakup kelompok lumut dengan tubuh terbentuk talus. Talus lumut hati berlobus seperti lobus pada hati manusia. Lihat Gambar 8.5a. Contoh lumut hati adalah Riccia nuctans, Marchantia, dan Lunularia. Marchantia dan Lunularia memiliki struktur khas yang terdapat pada gametofitnya, yaitu berupa mangkok yang mengandung kumpulan lumut kecil yang disebut mangkuk gemma (kuncup).
    Mekar dari sebuah cakram pusat. Sporofit tumbuh dari embrio, sedangkan embrio tumbuh dari zigot yang merupakan hasil penyatuan spermatozoit (n) dengan ovum (n) di arkegonium. Arkegonium terdapat di bagian bawah cakram arkegoniofor. Spermatozoid dihasilkan oleh anteridium yang terdapat pada bagian atas cakram anteridiofor. Anteridiofor adalah cabang pada gametofit jantan yang berupa struktur seperti payung dengan puncaknya membentuk cakram. Marchantia merupakan lumut berumah dua yang memiliki gametofit jantan dan gametofit betina terpisah. Gametofit lumut juga dapat memperbanyak diri dengan fragmentasi.
    Lumut tanduk (Anthocerophyta)


    lumut tanduk memiliki bentuk tubuh seperti lumut hati yaitu berupa talus. Namun sporofitnya berupa kapsul memanjang. Sel lumut tanduk hanya memiliki satu kloroplas. Lumut tanduk terdiri dari 100 spesies, antara lain Anthoceros sp. (gambar 8.6).
    Lumut daun (Bryophyta)
    lumut daun merupakan kelompok lumut terbanyak dibandingkan dengan kelompok lumut lainnya, yaitu sekiutar 10 ribu spesies. Bentuk tubuh lumut daun seperti tumbuhan kecil dengan bagian seperti akar (rizoid), batang, dan daun. Lumut daun hidup berkelompok membentuk hamparan tebal seperti beludru. Contoh lumut daun adalah polytrichum dan sphagnum. Polytrichum merupakan lumut berumah satu. Sporofit (sporogonium) tumbuh menjalur dari gametofit betina. Sporofit memiliki klorofil sehingga dapat melakukan foto sintesis. Sporofit (2n) terdiri dari bagian kapsul dan seta (tangkai). Seta melekat pada gametofit untuk memperoleh air dan mineral. Bagian dalam kapsul membentuk sporangium yang menghasilkan spora (n). Lihat gambar 8.7a
    Saat sporofit masih muda, kapsulnya dilindungi oleh kaliptra. Lihat gambar 8.7b. Kaliptra akan lepas saat kapsul mengandung spora matang. Ujung kapsul yang masak ditutupi oleh penutup (operkulum). Operkulum akan terlepas saat jaringan yang melingkar ditepi operkulum (anulus) pecah. Saat operkulum lepas, spora tidak langsung tersebar karena adanya gigi peristom padas bagian sporangium sebelumnya tertutup operkulum. Spora baru yaqng terlepas akan disebarkan oleh angin. Spora yang jatuh pada tempat lembab akan berkecambah membentuk rangkaian sel berbentuk benang yang disebut protonema. Protonema tumbuh menjadi gametofit.
    Manfaat tumbuhan lumut bagi manusia
    seperti organisme lain lumut dapat memberikan manfaat bagi manusia jika diketahui potensi yang dikandungnya. Beberapa jenis lumut yang sudah dimanfaatkan adalah marchantia sebagai obat penyakit hepar (hati) dan sphagnum sebagai bahan pembalut dan sumber bahan bakar.


    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar