photo 44dca132-22a1-4075-a606-ef48a199a5b1_zps49a1316a.jpg
  • القرآن الكريم
  • الحديث
  • Search Ebook
  • Search Ebook
  • Software Download
  • For Android
  • App BlackBerry
  • اللّهمّ صلّ على سيّدنآ محمّد النّبىََّ الاُمي وَعلى آلْْْه وصحبه و سلّم المدرسة المو توسة الاِسلميه الأنصار سكرامى فكفك بهرات

    Kamis, 14 Juli 2011

    MADRASAHKU SAYANG MADARASAHKU MALANG




    Sebuah cerita yang perlu diurai pada khalayak bahwa ternyata membangun sebuah madrasah sangatlah berat di wilayah Pakpak Bharat. Betapa sulitnya juga meningkatkan jumlah siswa dari tahun ketahun bahkan sekolah digratiskan SPP nya sekalipun orangtua siswa sangat berat menyekolahkan anaknya di Madrasah Tsanawiyah Sukaramai Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat. Dalam kurun waktu ini belum pernah tembus total jumlah muridnya 100 orang. Bahkan ada juga siswa yang drop out tidak sekolah lagi walau dijemput mereka tidak mau sama sekali padahal telah diimingi tidak ada biaya sepersen sekalipun ketika ujian bahkan setelahnya.
    Waktupun berjalan Sebagaimana pengelolaan disetiap sekolah pasti ada Bantuan Oprasional Sekolah (BOS). Setiap seorang siswa setiap tahunnya diberikan Pp. 570.000 untuk dikelola oleh sekolah, maka jika jumlah siswa di satu sekolah berjumlah 55 orang ( Data jumlah keseluruhan siswa MTs Sukaramai) maka berjumlah Rp. 31.350.000/ tahun. Dan disalurkannya Dana BOS tersebut pertriwulan maka MTs Sukaramai mendapatkannya per 3 bulan sebesar Rp. 7.837.500. Sementara jumlah Guru Honorer berjumlah 8 guru yang hendak di berikan gajinya setiap triwulan dengan rata-rata bergaji Rp. 250.000/ bulan maka Rp. 750 x 8 Guru berjumlah Rp.6.000.000 maka sisa untuk keperluan Atk dan habis pakai lainnya adalah bersisa Rp.1.837.500 dalam kebutuhan 3 bulan. Lantas cukupkah dana tersebut? Ya maka dicukup-cukupkanlah. Begitu memperihatinkan masih banyak yang tidak perduli bahkan yang paling ironisnya MTs Sukaramai diadukan oleh pihak yang tidak punya hati nurani ke Kejaksaan Negeri Sidikalang pada bulan April dengan tuduhan penyalah gunaan Dana, dan Pembangunan Gedung Kelas Baru pada depag tahun 2010 aneh dan bin ajaibnya Sekelas Kejaksaan Negeri Sidikalang tidak professional dan terkesan asal menulis, Mengapa? Karena Tidak ada yang namanya dugaan yang dimaksud bahkan memalukan dan sangat malunya kita pada Kejaksaan Negeri Sidikalang (sebagaimana Cirus Sinaga adalah Mantan dari Kejaksaan Sidikalang) Pembangunan Gedung Kelas Baru di MTs Sukaramai tahun 2010 tidak ada yang ada adalah Bantuan swakelola Rehab Kelas pada irjen kemenag RI mobiler dan pengayaan Buku itupun baru kali ini, yang sesungguhnya Ruang Kelas ada dua lagi yang reot . Dan lebih konyol lagi adalah dugaan penyelewengan dana include atau termasuk dana BOS yang telah diuraikan diatas. Amangoi, ala maaajaaaaaaaang bukan kah ini penzoliman sekolah madrasah yang hidupnya pas-pasan dikatakan adanya penyelewengan. Bagaimana ini uang sebesar itu disidik dan dipertanyakan dan ditakut-takuti oleh Kejaksaan, Mengapa tidak pada yang berjumlah milyaran.dan mengapa mesti madrasah swasta sukaramai? yang seharusnya diberi bantuan yang selayaknya sekolah atau madrasah standar bahkan jalan menuju sekolah belum teraspal Pemkab Pakpak Bharat. Kepada Pihak-pihak terkait Muspida Kab. Pakpak Bharat memperhatikan dan yang perdulikan pendidikan beri perhatian pada Madrasah Tsanawiyah Sukaramai serta Ketua Dewan Pendidikan Sumatera Utara segera turut serta memperhatikan bagaimana Madrasah - madrasah diwilayah Kabupaten Pakpak Bharat yang memperihatinkan serta memohon pada Kemenag Kab Pakpak Bharat agar memberikan sumbangsih terbaiknya bagi jajarannya di Kabupaten Pakpak Bharat.



    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar