photo 44dca132-22a1-4075-a606-ef48a199a5b1_zps49a1316a.jpg
  • القرآن الكريم
  • الحديث
  • Search Ebook
  • Search Ebook
  • Software Download
  • For Android
  • App BlackBerry
  • اللّهمّ صلّ على سيّدنآ محمّد النّبىََّ الاُمي وَعلى آلْْْه وصحبه و سلّم المدرسة المو توسة الاِسلميه الأنصار سكرامى فكفك بهرات

    Selasa, 03 Februari 2015

    Tiga Pendekatan dan Penguatan SMP / Mts Pakpak Bharat



    Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS. Az-Zumar : 9).
    Al-Qur'an sebagai landasan paradigma pemikiran pendidikan Islam, telah banyak mengungkapkan analisis kependidikan yang memerlukan perenungan mendalam, terutama bagi praktisi pendidikan, pemikiran pendidikan yang berlandaskan berdasarkan kepada wahyu Tuhan menuntut terwujudnya suatu sistem pendidikan yang komprehensif, meliputi ketiga pendekatan dalam istilah ilmu pendidikan yaitu cognitive, affective, dan psikomotorik. Ketiga pendekatan yang nantinya akan mampu melahirkan pribadi-pribadi pendidik yang akan berperan dalam menginternalisasikan nilai-nilai Islam dan mampu mengembangkan peserta didik ke arah pengalaman nilai-nilai Islam secara dinamis dan fleksibel dalam batas-batas konfigurasi realitas wahyu Tuhan.
    Tiga Pendekatan dan Penguatan di lakukan yakni :
    Pertama adalah Guru merupakan salah satu komponen yang penting dalam rangka mewujudkan suatu proses belajar mengajar. Fungsi guru disini akan menyampaikan, memberikan dan mentransformasikan ilmu kepada anak didik dari apa yang belum bisa menjadi bisa, apa yang belum tahu menjadi tahu, sehingga proses belajar mengajar itu dikatakan berhasil. Guru sangat berperan dalam rangka pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, oleh karena itu harus dapat menempatkan diri sebagai tenaga profesional yang baik, bertanggung jawab sesuai dengan tugas profesinya.
    Jadi pengertian guru adalah tenaga pendidik yang pekerjaanya utamanya mengajar (UUSPN tahun 1989 Bab VII pasal 27 ayat 3)
    Bila guru hebat, maka sekolah, siswa, dan lingkungan pun juga akan hebat. Seorang guru dapat berperan penting dalam membuat suasana belajar di sekolah menjadi menyenangkan.  seorang siswa akan menyukai satu mata pelajaran bukan karena buku teks mata pelajaran, melainkan sosok seorang guru yang dapat membawakan suasana menyenangkan dalam proses belajar mengajar. "Untuk itu, para guru lakukanlah hal yang mulia, jadilah guru yang inspiratif. 

    Kedua adalah Orang tua itu adalah pendidik terpenting yang paling tak tersiapkan. Hal ini tidak boleh terjadi dalam dunia pendidikan, karena orang tua adalah yang utama dalam pembentukan karakter seorang anak. Oleh sebab itu orang tua harus diperkuat perannya, dan dapat terlibat dalam proses pendidikan.


    Ketiga adalah Bagaimana kita melibatkan siswa dalam proses mengajar sebagai upaya menciptakan suasana kondusif yang menyenangkan dalam proses belajar mengajar. para pengajar hendaknya melihat kepada para siswa mengenai proses belajar seperti apa yang sesuai serta diinginkan anak didik yang berbagai karakter dan perbedaan yang hendaknya sesuai dengan metode dan strategi yang tepat sehingga siswa yang mengikuti proses belajar semakin memahami dan tentunya ada perubahan signifikan.

    Proses belajar yang baik bukan menginstalasi materi kepada siswa, melainkan menumbuhkan seluruh potensi yang ada pada siswa.  Madrasah atau Sekolah bisa menjadi tempat yang menyenangkan. Kembangkan seluruh potensi yang ada pada siswa di Kabupaten Pakpak Bharat Sumatera Utara. Semoga.

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar