photo 44dca132-22a1-4075-a606-ef48a199a5b1_zps49a1316a.jpg
  • القرآن الكريم
  • الحديث
  • Search Ebook
  • Search Ebook
  • Software Download
  • For Android
  • App BlackBerry
  • اللّهمّ صلّ على سيّدنآ محمّد النّبىََّ الاُمي وَعلى آلْْْه وصحبه و سلّم المدرسة المو توسة الاِسلميه الأنصار سكرامى فكفك بهرات

    Senin, 13 Mei 2013

    MTs Sukaramai Menyambut HUT Perpus Nasional

     Gambar Perpus MTs yang non Permanen mohon bantuannya..
    Pada tanggal 17 Mei 2013 nanti akan diperingati sebagai Hari Jadi Perpustakaan Nasional (Perpusnas) sekaligus Hari Buku Nasional. Bila kita mengingat kebelakang Hari Jadi Perpusnas pertama kali diresmikan oleh Menteri P&K (Pendidikan dan Kebudayaan),Bapak Daoed Joesoef pada tahun 1980. Selanjutnya pada tanggal yang sama, Menteri Pendidikan Nasional, Abdul Malik Fajar meresmikan Hari Buku Nasional atas ide dari masyarakat perbukuan guna memacu minat baca masyarakat Indonesia, sekaligus menaikkan penjualan buku di Indonesia. Pada hakikatnya, buku dan perpustakaan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan, karena bagaimanapun keberdaan perpustakaan tidak bisa dilepaskan dari buku-buku pengetahuan. Keduanya sama-sama mempunyai peran yang fital dalam proses pembelajaran. Berdasarkan UU No. 43 tahun 2007 pasal 3 menjelaskan bahwa fungsi Perpustakaan sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Ironinya, pemahaman seperti ini masih sangat dangkal. Akibatnya, perpustakaan masih saja dijadikan sebagai gudang buku, bahkan dianggap tempat pembuangan orang bermasalah. Sekolah tanpa perpustakaan ibarat sebuah raga tanpa jantung. Di dalam Perpustakaan, seorang siswa bisa mempelajari apa saja yang diinginkan. Pengetahuan baik yang dijarakan di bangku sekolah maupun tidak, semuanya ada di perpustakaan. Dengan adanya perpustakaan, proses pembelajaran bisa berjalan secara maksimal. Maka tidak heran jika perpustakaan disebut sebagai pusat pembelajaran (learning center). Untuk itu Mts Al Ansor Sukaramai mencoba menggagas atau memprogramkan dalam rangka Hari Perpustakaan nasional dengan cara memanfaatkan perpustakaan madrasah mendorong siswanya untuk mau memanfaatkan perpustakaan. Misalnya dengan menjadwalkan jam kunjung perpustakaan satu jam setiap minggu. Selain itu, Kemudian Kepsek dan guru-guru mencoba mengintegrasi- interkoneksikan mata pelajaran dengan sumber-sumber buku pengetahuan di perpustakaan. Untuk melaksanakan ini semua, memang adanya kendala di MTs Sukaramai dikarenakan minimnya buku yang dimaksud, dan yang memprihatinkan adalah ketidak layakan Ruang Perpustakaanya. Inilah yang seharusnya Pihak-pihak instansi pemerintahan Pemkab, Kemena, dermawan semestinya perduli untuk membantu segera agar Perpustakaan MTs Sukaramai memenuhi standar sebagaimana Sekolah madrasah yang lainnya. Selain itu, seyogianya perpustakaan menyediakan tempat yang nyaman dan kondusif untuk belajar. Sehingga siswa yang berkunjung ke perpustakaan menjadi kerasan dan serasa di dalam taman yang dipenuhi bermacam-macam bunga, yaitu buku. Desain perpustakaan yang menarik tentu menjadikan siswa lebih termotivasi untung datang ke perpustakaan. Dengan demikian, tujuan perpustakaan sebagaiaman tertera dalam UU No. 43 tahun 2007 pasal 4 dapat berjalan sebagai mestinya, yaitu untuk meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan diperingati Hari Buku Nasional dan Hari Jadi Perpusnas, 17 Mei, menjadi saat yang tepat untuk memaksimalkan fungsi perpustakaan, yaitu untuk meningkatkan minat baca dan sebagai pusat pemebalajaran (learning center). Semoga

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar