photo 44dca132-22a1-4075-a606-ef48a199a5b1_zps49a1316a.jpg
  • القرآن الكريم
  • الحديث
  • Search Ebook
  • Search Ebook
  • Software Download
  • For Android
  • App BlackBerry
  • اللّهمّ صلّ على سيّدنآ محمّد النّبىََّ الاُمي وَعلى آلْْْه وصحبه و سلّم المدرسة المو توسة الاِسلميه الأنصار سكرامى فكفك بهرات

    Selasa, 19 Juli 2011



    Secara sederhana, fi’il bisa diartikan sebagai kata kerja, fa’il adalah subjek, dan maf’ul adalah objek.

    FIIL = KATA KERJA
    FAIL = SUBJEK
    MAF’UL = OBJEK

    Jika ada kalimat “Ronaldo menendang bola”. Maka
    “Ronaldo” adalah fa’il
    “menendang” adalah fi’il, dan
    “bola” adalah maf’ul.

    Namun, terkadang si kata kerja tidak membutuhkan objek, seperti contoh kalimat
    “Arif tidur”, maka
    “Arif” adalah fa’il,
    “tidur” adalah fi’il
    Dan tidak memiliki maf’ul.

    Sepertinya sudah cukup jelas. Kalau misalkan belum, baca aja dulu berulang-ulang. Kalau sudah paham, kita lanjut ke pembahasan selanjutnya. :)

    Kalau dalam susunan contoh kalimat di atas, fa’il (subjek) itu ada di awal kalimat. Seperti contoh kalimat di atas “Ronaldo menendang bola”. Maka dalam Bahasa Arab, lazimnya fa’il (subjek) berada setelah fi’il (kata kerja). Maka hasilnya,

    “Menendang Ronaldo bola”. Atau,
    “tidur Arif”.

    Memang kalau dalam Bahasa Indonesia, agak rancu. Kita coba buat contoh dari bahasa Arab.

    قال الله تعالى

    Artinya : Allah SWT berfirman
    قال = berkata/berfirman


    نام أحمد
    Artinya : Ahmad Tidur
    نام= tidur



    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar