photo 44dca132-22a1-4075-a606-ef48a199a5b1_zps49a1316a.jpg
  • القرآن الكريم
  • الحديث
  • Search Ebook
  • Search Ebook
  • Software Download
  • For Android
  • App BlackBerry
  • اللّهمّ صلّ على سيّدنآ محمّد النّبىََّ الاُمي وَعلى آلْْْه وصحبه و سلّم المدرسة المو توسة الاِسلميه الأنصار سكرامى فكفك بهرات

    Kamis, 28 Juli 2011

    Pilar

    Secara hitung-hitungan pada tahun 2005 rasio anggaran Pendidikan kita terhadp APBN hanya sebesar 8,1%, denga alokasi RP 33,40 triliyun. Tahun 2006 rasionya meningkat menjadi 10% dengan alokasi 44,11 triliun, tahun 2007 10,5% dengan alokasi 53,07% .pada tahun 2008 18,5% 158,82 Trilliun. Tahun 2009 rasio Anggaran pendidikan terhadap APBN menjadi 20% yang sesuai dengan amanat UUD 1945. maka alokasi anggaran totalnya adalah 207,41 Trilliun, sedangkan tahun berikutnya yaitu 2010 alokasi Anggaran Pendidikan dalam APBN-P mencapai Rp. 221,4 Trilliun.( Sumber Koran Waspada) terlihat bahwa memang aneh sekali lagi maha anehnya bila kita lihat diatas terus bertambahnya anggaran justru semakin tingginya biaya-biya pendidikan di negeri kita. Ketidak tepatan sasaran penggunaan inilah yang menjadi momok bagi rakyat sehingga terbodohkan. Ada apa dengan semua ini, bahkan jika kita melihat dahulu Sebuah perguruan Tinggi IKIP dahulu sama biayanya dengan 14 IAIN se Indonesia ketika itu Hal ini besar kemungkinan terulang lagi, yaitu sebuah marginalisasi bagi mayoritas umat islam. Betapa masih banyaknya umat / rakyat yang terbodohkan. Maka penulis Sangat Protes Keras sekeras-kerasnya kepada yang mebuat kebijakan tengok saja penambahan Anggaran Pendidikan Untuk sekolah yang bertaraf internasional, mana untuk penambahan di jenjang pendidikan Madrasah apa bertambah? Sangat-sangat memalukan begitu banyaknya ormas dan partai politik tidak ada yang membuat nota protes secara tegas, bahkan dalam rangka pendidikan juga untuk anak kita mengenai “susu” pun menteri kesehatan tidak transparan siapa yang m,eggebrak meja kerja mereka Apa malaikalmaut turun tangan? Rasanya perih dan sedihnya kita begitu banyak orang yang menyandang seabek gelar-gelar kependidikan dan keilmuan tapi semuanya semakin dan bahkan tidak paham sama sekali. Sampaikapan kita begini apakah kita tidak mencari dan merubah sistim-sistim yang menekang dan bahkan melenyapkan, memutuskan generasi Penerus Islami yang mengenal akan Pegangan jalan Hidupnya yaitu Alqur’an dan Hadist (Way Of Live). Alquran Adalah sebagai pegangan hidup umat ini, namun belumlah maksimal meski Penghapal Alquran yang terbanyak di dunia adalah Negara kita impelementasi Alquran sangatlah lemah. Alquran lebih banyak dipahami sebagai ibadah jika dibaca, tetapi belum banyak yang paham bahwa mengamalkannya jauh lebih baik. Jadilah berbagai perintah dan larangan yang terkadung didalamnya tidak dipatuhi. Solusinya adalah bagaimana agar kita tua dan muda bersama-sama untuk membuka sirah nabi Muhammad (AlHadist) dan hayatussahabah ketika mereka menghadapi permasalahan hidup dan kehidupan ini. Walau beda kurun dan setting sejarah toh sudah jelas bahwa musuh manusia adalah setan la natu’alaih dan diri kita sendiri, qalbu ( artinya=yang berubah-rubah) diperlukan suatu formula dalam diri kita dan umat untuk melawan semua sifat-sifat negative menuju sifat kebaikan (hanif)” kunci Perbikan Akhlak masyarakat terletak pada intensitas dan efektifitas dakwah dan pendidikan, baik formal maupun non formal. Karena itu, dibutuhkan kerjasama antara para ulama,umara dan Ustaz semua elemen masyarakat untuk mendorong membangun kesadaran beragama yang sungguh-sungguh dan lebih mendalam dalam tataran kehidupan sehari-hari.” Umat Islam tidak mungkin hidup tanpa Alquran sebab ia adalah pedoman mutlak hidup kita, kalau kita tidak memakai AlQuran lalu mau memakai apa Hukum Umat Islam ini ?. disinilah Tolak ukur pemahaman kaum muslimin terhadap Alquran dalam menentukan kualitas Hidup baik individu maupun Masyarakat. Perlu juga Ada Badan Yang khusus memantau Hal tersebut. Jangan hanya ada Badan Standar Nasional Pendidikan. Dan diperlukan juga kretifitas semacam Rumah Zakat diformulasikan dengan yang Baru Rumah ALQuran yang senatiasa dan tetap melengkapi dengan penambahan pemahaman Hadist sehingga ada jasbah dan lebih melengkapi agar pemahaman ini dituntun dari keduannya. Yang terpenting dari semua itu aadalah sikap kita, khusus bagi para ulama dan da’I ketika menyampaikan perintah dan larangan hendaknya dia sudah melaksanakannya. Dengan krisis- yang fundamental sekarang ini mari kita laksanakan Perintah Allah, memberikan contoh kepada orang lain dengan perbutan, selanjutnya kita sampaikan secara lisan. Maka Sebgaimana hadist diriwayatkan Ali bin Abi Thalib rasulullah bersabda Apa bila engkau mendapatkan ilmu, sebarkanlah. Dan janganlah engkau campurkan dengan senda gurau, agar nanti tak dimuntahkan Oleh hati. Akhirnya proses pensucian hati untuk mencapai kebahagiaan hakiki tidak bisa lepas dari relitas kehidupan. Kekuatan spiritual yang dibenturkan dengan dunia nyata adalah lebih utama, lebih kokoh sekaligus dengan pensucian hati di Masjid dan memakmurkannya.. Dan Yang diperlukan adalah Bermuhasabah tanpa perlu mengasingkan diri (uzlah) dengan alasan menjaga kesucian diri. Menghadapi tantangan dengan Berbekal Keimanan yang kokoh dalam pengembaraan sprtitual.

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar